Senin, 13 Mei 2013

Mention gue dibales si gendut!

Mungkin ini bisa disebut insomnia. Dimana dalam sehari saya hanya tidur kurang dari 4jam. Okay, ambil positifnya aja. Ada hikmah dibalik semua kejadian.
Saya rindu blog ini. Dan disaat orang-orang sedang bermimpi indah dalam tidurnya, saya malah berkerja keras mempermak habis-habisan blog ini. Sampai akhinya saya lelah.
Okay, maafkan saya sedikit lebay -_-.

***
Sedikit menbutuhkan hiburan, saya putuskan untuk membuka timeline. Dan ternyataaaaaaaaa si gendut (@ficocacola) masih berkicau. Mungkin dia frustasi atau mungkin dia berambisi menjadi burung hantu.
Yaaaa iseng sajalah saya retweet tweetnya si gendut.. Nggak berharap dibales sih, tapi kalo dibales mungkin saya bisa pingsan ditempat :))


Yasudahlah, akhirnya saya pingsan ditempat. *kemudian mimpi indah*

Someone who i miss.

Selamat Pagi. Maaf. Mungkin terlalu dini untuk mengucapkan salam.
12 Mei 2013 ada sebuah event, we usually called it g#ofsmaracatur.
Ini kedua kalinya aku ngrasain euforia yang sama (sama sperti taun lalu). Walaupun nggak ngerti bahkan nggak suka sama bintang tamunya, i still proud of that event \m/
Okay, back to the title. Pensi adalah tempat dimana semua orang berkumpul, including You..
Remember something? How long we never meet? How long we never talk? How looooooooooooooong?
Tapi disetiap kesempatan apapun, aku nggak berharap melihat sosokmu. Absolutely. Aku berusaha menghindarkan mataku dari sosok orang yang pernah aku sayangi, sosok orang yang pernah menyakiti jiwa ini meskipun tanpa sengaja.
Saat itu aku dan kamu berada di satu lingkup yang bisa dikatakan tidak cukup luas. Sampai ketika, mata kita beradu. BAH! Aku buang jauh-jauh pandanganku dari kamu. Ini yang aku takutkan, Tidak sampai 1detik, matamu tanpa sengaja bercerita tentang kenangan itu. Kenangan yang jauh dari harapan.

***
Malam ini. Oh bukan, pagi ini. Aku melihat sisa-sisa bukti nyata, dimana kita dulu adalah seorang kakak kelas & adek kelas yang entah sengaja-atau-tidak berkenalan dan menghabiskan cukup banyak waktu untuk bercanda. Dimana setiap kata-kata yang dilontarkan mulut kita tanpa dilandasi berpikir terlebih dahulu, alhasil itu menimbulkan senyuman bahkan gelak tawa tanpa perasaan berdosa.
Tapi, itu dulu.
Sekarang aku menyadari. Semuanya hilang. Aku dan kamu hanyalah orang yang saling menjaga sikap, menjaga ucapan, bahkan menjaga jarak.
Tidak dipungkiri, aku benci semua ini. 
Aku tidak lagi berharap apapun yang lebih. Aku hanya merasa kehilangan seorang teman.
Mungkin ini semua tidak pantas dinamakan sebuah rindu.